organisatoris VS akademisi
Beberapa individu ada yang berparadigma
bahwa berorganisasi akan menganggu aktivitas utama seorang mahasiswa, belajar.
Bahkan tidak sedikit dijumpai paradigma jika berorganisasi hanya sekedar
kumpul-kumul, membicarakan topik yang trend (GAME N GOSIP). Berlatar belakang itulah, oknum
oknum tersebut mengambil kesimpulan dan keputusan untuk fokus pada satu kalimat
ini, study saja dan abaikan saja makanan bernama organisasi.
Dari fenomena di atas,
paradigma yang telah disebutkan sebelumnya jelas tidak sesuai dengan asas dan
tujuan organisasi. Selanjutnya, apakah ada keterkaitan antara akademik dan organisasi? Antagoniskah? sinergiskah ?? Seperti
penuturan pak DAMIS Mpd (guruku di SMA), “jika kita menemukan suatu masalah,
kembalikan ke definisi “ hehehe, mari kita gunakan prinsip itu.
Organisasi adalah sekelompoak orang atau
suatu komunitas tertentu baik yang berlatar belakang pendidikan ataupun umum
yang memiliki dasar yang jelas untuk mencapai tujuan tertentu. Dari pengertian
organisasi sendiri kita dapat mengambil satu point penting yaitu kata
sekumpulan atau sekelompok. Tentu sebuah orgnisasi tidak lepas akan hal itu.
Bagaimana tidak, apa mungkin organisasi hanya dianggotai oleh satu individu
saja. Kalau seperti itu namanya bukan organisasi tetapi sendiriisasi. Bagaimana
kok sampai ada orang yang menganggap organisasi bukanlah suatu yang penting
sedangkan kita tahu bahwa sebuah organisasi pasti di dalamnya terdiri dari
sekelompok orang yang berbeda latar belakang, watak, pengetahuan, serta
pengalaman dan lain sebagainya. Dengan keragaman dari sekelompok orang
tersebutlah justru kita bisa memperoleh satu segi positif dari berorganisasi.
Coba KALIAN silahkan berfikir sejenak, jika ada sekelompok orang saling
bertukar fikiran, beradu argument, saling memberi masukan satu sama lain dan
saling mengisi jika ada kekurnagan diantara kedua pihak tersebut.
Nah secara tidak
langsung kita akan memperoleh nilai plus dari keikutsertaan dalam sebuah
komunitas tersebut kan ! daripada kita mengotak-atik suatau hal menurut ide dan
pendapat kita sendiri malah itu belum tentu benar. Disamping itu, masih dalam
artian sekumpulan. Satu point lagi yang harus kita tahu. Jika dalam sebuah
komunitas menyepakati suatu perkara yang sebelumnya menjadi perbedaaan diantaa
mereka, tentu saja kesepakatan itu lebih diperhitungkan dan dipertimbangkan
daripada hanya berasal menurut pendapat seorang saja. Kembali kepada topik
semula, antara akademis dan kebutuhan berorganisasi itu memiliki hubungan erat.
Kalau dalam istilah biologi mungkin simbiosis mutualisme yaitu hubungan dua
unsur yang satu sama lain saling menguntungkan. Kenapa seperti itu, karena
memang antara oraganisasi dan akademik adalah dua hal yang tidak bisa
dipisahkan. Edukasi merupakan asas dan pondasi untuk dapat bisa berperan aktif
dalam sebuah oragnisasi. Berorganisasi tanpa memiliki dasar penddidikan yang
cukup akan timbul anggapan berorganisasi cuman sekadar ikut ikutan saja. Kalau
kita sudah mengetahui bagaiman pentingnya nilai edukasi dalam ikut berperan
aktif dalam sebuah oraganisasi, terus bagaimana imbal baliknaya. Tentu saja
ada. Kan sudah disebutakan bahwa ibaratnya adalah simbiosis mutualisme atau
saling menguntungkan. Jadi imbal balik organisasi terhadap akademik adalah
merupakan realisasi atau penerapan dari yang semula belajar di bangku sekolah
atau kuliah kemudian di peragakan secara langsung di lapangan. Kita juga akan
mendapatkan banyak pengalaman bagaiman cara kita brsosialisasi dan bermsyarakat
yang baik. Dan tentu saja pelajaran itu dapat kita peroleh hanya jika kita
berorganisasi. Seprerti itulah keuntungan diantara keduanya yaitu saling
mengisi dan melengkapi. Kalau diawal disebutkan bahwa ada sekelompok orang yang
beranggapan ketidakpentingan berorganisasi lebih disebabkan oleh topik yang
dikaji hanya hal-hal yang diluar dari seperti apa yang mereka dapatkan dibangku
kuliah. Akan tetapi jusru hal yang seperti itulah yg malah bisa menopang dan
menambah pengetahuan serta pengalaman bagaiman cara kita berinteraksi dan
bersosialisasi yang baik dengan masyarakat. Akan tetaapi ada satu hal yang
perlu diingat. Kita yang saat ini bersetatus sebagi mahasiswa haruslah
pandai-pandai menyeimbangkan antara berorganisasi dan study. Jangn sampai kita
berat sebelah. Dalam artian cuman mementingkan organsasi saja atau Cuma edukasi
saja. Tapi usahakan kita mampu mengatur sebaik mungkin dan sedemikian rupa
supaya kita dapat mengambil manfaat dari kedua hal tersebut. Kalau sudah
seperti itu insyaallah akan sukses study sukses juga berorganisasi.
*catatan , saya sendiri tidak aktif organisasi
didesa tempat saya tinggal dan organisasi didalam kampus jurusan saya, saya
lebih memilih berorganisasi di lingkungan lain seperti ORGANDA dan UKM. jangan
tiru pilihan saya ini, kalo bisa juga aktif dikampung kita masing masing dan
organisasi kampus jurusan ya :) …………….
Perubahan setiap orang akan dimulai ketika ia mengetahui hal apa yang akan
membuat mereka sukses.. apakah aku dapat berubah seperti para KORUPTOR yang sangat bangga
atas kerja kerasnya
penulis
HILMAN HILMAWAN